Rukun Islam

Rukun Islam ada Lima :

  1. Membaca Syahadat
  2. Mengerjakan Shalat
  3. Melaksanakan Puasa dibulan ramadhan
  4. Membayar Zakat
  5. Menunaikan Haji bagi yang mampu
** Dengan membaca dua kalimat syahadat ( Syahadatullah dan Syahadaturrasul ) berarti seseorang 
     telah berikrar/ berjanji untuk tunduk terhadap Allah dan Rasul-Nya. Asyhaduala ila ha'ilallah wa 
     asyhaduanna Muhammadur rasulullah ( saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi
     Muhammad adalah utusan Allah ), menjadi bukti bahwa seseorang telah menjadi orang Islam.
Kesaksian ini mengandung makna yang cukup dalam, karena implementasinya harus diterapkan dalam kehidupan sehari- hari. Jangan pernah sedikitpun terbersit dihati untuk menduakan sang Kholiq, karena janji yang terucap Tuhan itu Esa ( satu ). Dan Nabi Muhammad adalah nabi akhiruz zaman, itu artinya jangan sekali- kali kita percaya ada nabi setelah Beliau. Beliaulah kekasih Allah yang terkasih, karena beliau adalah sayidul anbiya' wal murshalin ( Gustinya para nabi dan Rasul ).
Perlu disadari bahwa janji ini semata- mata janji kepada Allah bukan kepada yang lainnya, maka pertanggungjawabannya juga langsung kepada Allah bukan kepada selain Allah. Karena sesungguhnya yang tahu hakikat janji kita itu  hanya Allah.

                Sudahkah kita menghayati dan mengamalkan janji kita  itu dalam kehidupan sehari- hari...?
Mari kita sama- sama intruspeksi diri kita masing- masing, apakah kita benar- benar orang Islam indallah, atau jangan- jangan hanya Islam KTP saja....?
                                Karena hanya kita sendiri dan Allah yang tahu kesungguhan janji kita.....!!!

** Mengerjakan Shalat merupakan bukti utama dan meyakinkan bahwa seseorang itu disebut orang
     mukmin ( Islam ). Karena sesungguhnya shalat itu tiang agama, barang siapa tidak mengerjakan
     nya berarti nyata- nyata ingin merobohkan agama. Jangan mengaku muslim bila tidak mengerjakan shalat...!

Shalat adalah suatu amalan yang diawali dengan membaca takbiratul ikhrom dan diakhiri salam, yang didalamnya syarat dan rukunnya. Tapi tidaklah cukup hanya dengan memahami pengertian shalat tersebut, tanpa adanya pemahaman hakikat shalat yang sebenarnya. Kata Nabi, shalatlah kalian seperti aku shalat. Tidak mudah memang...! Kita tidak tahu persis seperti apa/ bagaimana shalatnya beliau Rasulullah ketika melaksanakan shalat. Tetapi para pembaca tidak usah terlalu khawatir mengenai hal itu, karena ada janji Allah yang sangat melegakan kita dalam hal pelaksanaan shalat.
" Wa akimush shalata li dzikri " ( Dirikanlah shalat untuk ingat kepada-Ku ), demikian kurang lebih janji Allah kepada orang- orang mukmin yang beriman. Janganlah kita lupa kepada Allah ketika kita melaksanakan shalat.


Sudahkah kita senantiasa ingat kepada Allah ketika kita shalat.....?
Ataukah kita selalu lupa Allah pada saat shalat....?

Hanya hati nurani kita sendiri yang tahu jawabannya, karena hati nurani ( Nur aini ) tidak bisa berbohong.....!